Cerita Perjalanan Seorang Ibu

Berbagi kisah untuk menginspirasi

06.48

Wisuda STT Bandung XIV Penerapan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0

by , in



Hari Sabtu, 11 Januari 2019, bertempat di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink, diadakan wisuda mahasiswa/mahasiswi STT Bandung yang ke XIV, berjumlah 209 orang, terdiri dari 113 orang wisudawan dari Prodi Teknik Industri, 70 orang dari Prodi Teknik Informatika, dan 26 orang dari Prodi Desain Komunikasi Visual.
Dibuka dengan tarian selamat datang, serta lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta dan Mars STTB yang dibawakan oleh paduan suara mahasiswa/mahasiswi STTB.

Sambutan ketua STTB


Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T dalam sambutannya menyampaikan bahwa "sejak 28 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 5 Oktober 1991, STT Bandung mendapat repon yang sangat postif dari masyarakat. Tahun 2019 ini, jumlah mahasiswa yang mendaftar yaitu berjumlah 1542 orang atau meningkat 22% dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut 75% adalah putra puteri terbaik Jawa Barat dan sisanya 25% dari berbagai pulau di Indonesia bahkan mancanegara."
STT Bandung  sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan di Malaysa serta Taiwan, dan juga terdapat program pendampingan untuk alumni yang akan menempuh pendidikan S2.

Sambutan dari Pembina Yayasan LPPIB

Bapak Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya menyampikan bahwa " proses perjalanan STT Bandung dari tahun 1961 bukanlah proses yang mudah, namun terus meningkt dalam 5-6 tahun ini. Namun, tidak ada yang tidak mungkin dengan  ikhtiar dan do'a, serta kepercayaan masyarakat yang luar biasa untuk melanjutkan pendidikan putera puterinya di STTB ini adalah atas izin Allah Swt."
Diakhir sambutannya beliau pun menyampaikan "wisuda bukan akhir mencari ilmu dan wawasan namun, titik awal pembelajaran. Gelar tidak berarti jika tidak digunakan sesuai dengan identitas diri."


Keynote Speaker dari Dr.Ing.Ilham Akbar Habibie,M.B.A “Penerapan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”



Dalam kesempatan ini, Bapak Dr.Ing.Ilham Akbar Habibie,M.B.A menyampaikan bahwa ekonomi dimasa yang akan datang mengandalkan inovasi. Ada 4 hal yang harus diperhatikan oleh negara mana pun didunia untuk mencapai potensi maksimal untuk masa depan, yaitu:
  1. Berinvestasi ke Human Capital
  2. Berinvestasi ke Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
  3. Membina dan mendukunb Inovasi dan Kewirahusahaan
  4. Meminimalkan kemiskinan

Selain itu, membentuk SDM adalah kunci, sistem dan proses pendidikan diubah untuk mencapai tujuan. Serta mengerti fan menguasai rincian dan proses teknologi sangat diperlukan.

Acara Wisuda SST Bandung yang ke XIV

Acara selanjutnya yaitu prosesi wisuda, setelah itu pengumuman dan penghargaan untuk wisudawan terbaik, yaitu;

SKRIPSI TERBAIK TI :
MAHASISWA :  VIRGIAWAN CANDRA BHAKTI, S.T
JUDUL : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed Dengan Pendekatan Karakuri

MAHASISWA : INDRA RUKMANA, S.T
JUDUL : OPTIMASI PRODUKSI DYEING FINISHING DENGAN METODE INTEGER LINEAR PROGRAMMING

MAHASISWA : ZAENAL UYUN, S.T
JUDUL : PERBAIKAN PRODUK MEJA BELAJAR LIPAT MULTIFUNGSI ERGONOMIS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN SEMANGAT BELAJAR MENGGUNAKAN METODE KANSEI Engineering

WISUDAWAN TERBAIK TI
MAHASISWA : DHEYU LAKSMI WULANDARI, S.T

SKRIPSI TERBAIK TIF :
MAHASISWA :  DERI HERMAWAN, S.KOM
JUDUL : APLIKASI 3D VIRTUAL REALITY SEBAGAI MEDIA BANTU TERAPI ACROPHOBIA BERBASIS ANDROID

MAHASISWA : REGINA SUKMA CITRA, S.KOM
JUDUL : KLASIFIKASI UJARAN KEBENCIAN DEBGAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFICATION DI SOSIAL MEDIA FACEBOOK BERBASIS WEB

MAHASISWA : YASTI AISYAH PRIMIANJANI, S.KOM
JUDUL : RANCANG BANGUN SISTEM PEMUTUS ALIRAN LISTRIK KWH METER PASCABAYAR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

WISUDAWAN TERBAIK TIF

MAHASISWA : MUHAMMAD RIZAL MUTAQIN, S.KOM

Skripsi terbaik DKV
1. Andri Setiawan, S.Ds - Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Bagus Arya Suseno, S.Ds - Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Luthfi Alfaritzi, S.Ds - Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Wisudawan Terbaik DKV
Tiffani Zeta D, S.ds

Penandatanganan MOU



Setelah acara prosesi wisuda, STT Bandung pun menandatangani MOU kerjasasama dengan beberapa perusahaan, yaitu:

 PT. Dirgantara Indonesia
 Jasa Marga
 Biofarma

Acara ditutup dengan pembacaan puisi dan do'a bersama. 

Semoga semua lulusan STT Bandung bisa mengaplikasika  ilmunya dalam dunia kerja mau pun wirausaha dan menjadi pribadi yang kreatif serta inovatif.



06.13

Wisuda Sarjana XIII, STT Bandung Melahirkan Lulusan yang Siap Berkompetisi di Dunia Kerja Maupun Usaha

by , in

Bertepatan dengan hari Sabtu, 8 Desember 2018, bertempat di Harris Hotel Festival Citylink Bandung, diadakan wisuda angkatan ke STT Bandung. Acara yang dimulai jam 8 ini, dibuka dengan nyanyian lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta dan Mars STT Bandung.

Sambutan Ketua STT Bandung

STT bandung sudah berdiri selama 27 tahun, dan sudah banyak lulusannya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, maupun di luar negeri yang berjumlah 1.335 orang. Tahun ini adalah wisuda S1 angkatan yang ke-13, dari jurusan Teknik Industri dan Teknik Informatika.

Tahun ini STT Bandung, mewisuda 183 orang, yaitu  106 lulusan dari jurusan Teknik Industri  dengan gelar S.T dan 77 Orang dari Teknik Informatika dengan gelar S.Kom.

Dalam sambutannya, ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer mengatakan bahwa “hanya butuh waktu 45 hari bagi alumni STT Bandung , untuk bisa masuk ke dunia kerja maupun dunia usaha.  Apalagi saat ini sudah ada yang magang di Taiwan  dan Jepang dengan gaji 4-6 kali gaji UMK di Bandung, dan mereka masih “enggan’ kembali ke Indonesia, karena sudah nyaman dengan pekerjaannya.”
STT Bandung sendiri mempunyai tagline “Your Patner Global Competition” karena akan Go menjadi University di tahun 2022, untuk itu kualifikasi pendidikan dosen pun sudah banyak yang lulusan S2 baik dari dalam maupun luar negeri dan beberapa dosen akan meraih gelar S3. Ditambah STT Bandung sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan di luar negeri seperti, Malaysia, Jepang dan Taiwan.

Unit Carier Development Center pun disediakan untuk para alumni maupun mahasiswa tingkat akhir untuk  konsultasi, informasi lowongan kerja serta penyaluran tenaga kerja.

Penandatanganan MOU
Selain prosesi wisuda, STT Bandung pun dalam kesempatan ini, mengadakan penandatangan MOU dengan beberapa lembaga yaitu, Bank Sampah Bersinar, PT .Pos Indonesia,PT. SLU, CMYK dan HUNGCHI Taiwan.


Penghargaan Untuk Mahasiswa Berprestasi
Untuk mengapresiasi para mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi, STT Bandung pun, memberikan penghargaan kepada mahasiswa dan mahasiswi dengan IPK tertinggi dan skripsi terbaik.
Acara wisuda ini pun dihadiri oleh Bapak Cyrlille SCHWOB, dari APAC head of Research & Technology Development at Airbus untuk menyampaikan orasi ilmiahnya.


Penyampaian Kesan dan Pesan dari Perwakilan Wisudawan
Sebagai wakil wisudawan yaitu, Tina Sri Handayani S.Kom. Seorang mahasiswi yang berprestasi dengan IPK tertinggi dan juga berprestasi dalam bidang olah raga, yaitu Medali Emas pada cabang olah raga (CABOR), Lari 200 M, Medali Perak Cabor Lompat Jauh, dan juga Medali Perunggu pada Cabor Lari 100 M.
Padahal, Tina ini adalah seorang penyandang disabilitas, namun ia dapat membuktikan bahwa dengan kekurangan yang dimilikinya, ia bisa lebih berprestasi dari yang lain. Dan ini pun membuktikan bahwa STT Bandung adalah kampus yang ramah bagi para penyandang disabilitas.


Akhir Rangkaian Acara
Menjadi momen yang mengharukan saat, para wisudawan berhadapan dengan orang tua, ditemani iringan musik dan juga serangkaian kata terima kasih mereka pada orang tuanya.
Setelah itu, diadakan janji wisuda yang dipimpin oleh mantan Ketua BEM STT Bandung.

Wisuda adalah titik awal perjuangan untuk langkah selanjutnya yang harus ditapaki. Mudah-mudahan ilmu yang didapat selama kuliah di STT Bandung, banyak manfaatnya dan menjadi modal pertama menghadapi dunia kerja dan usaha.
Selamat untuk para wisudawan, tetap semangat untuk memulai langkah baru.






















07.04

Bulan Desember Waktunya Membuat Resolusi Ala Ibu

by , in


Sumber: pexels


Tak terasa sudah bulan Desember lagi, biasanya ngapain aja sih, di bulan Desember ini? Kalau ditanya apa sih, yang saya lakukan di bulan desember? Salah satu jawabannya ya bikin resolusi. 

Memanfaatkan liburan kali ini, dan mulai berlatih untuk resolusi di awal tahun depan, yaitu jadi manager dapur yang baik, serta koki handal bagi keluarga, dan bisa membuat rumah selalu rapi dan bersih.

Banyak alasan kenapa memasak dan membereskan rumah menjadi salah satu resolusi saya di tahun 2018,  berikut alasan saya ingin menjadi koki handal bagi keluarga, yaitu:

Sumber: pexels
1.    Lebih yakin terhadap penggunaan bahan dan kebersihannya.
Kengerian saya terhadap bahan dasar, kebersihan dan kehalalan makanan di luar, meskipun hanya beberapa yang diragukan, saya percaya masih banyak pedagang yang jujur dan amanah. Untuk itu saya putuskan untuk belajar masak, dengan belajar dari youtube, blog masak ataupun buku-buku resep lainnya.

2.     Lebih irit
Maklum ya, Emak-Emak selalu ingin hemat, tapi irit bukan berarti pelit ya 😀. Dulu saya sering beli ayam serundeng yang harga satu potong ayamnya Rp. 7.000, kalo dihitung-hitung dengan jumlah anggota keluarga yang berjumlah 5 orang total semua  Rp.35.000, itu bisa beli ayam 1 kg yang berarti sekitar 12-16 potong ayam. Wow, kan harganya? apalagi Itu sekali makan.
Jadi, supaya lebih hemat saya putuskan untuk lebih banyak bereksperimen di dapur, soal rasa itu nomor dua yang penting berusaha.

3.    Punya rasa bangga tersendiri
Bahagia nggak sih, Mak? Saat suami dan anak-anak makan makanan yang kita buat, apalagi dengan lahap. Terus mereka bilang, “mamaku pintar masak”, “ ini buatan mamaku”. Ah saya pasti terhura eh terharu. Meskipun terbayang repotnya, ya demi suami dan anak-anak apa sih yang nggak, asalkan mereka bahagia.

4.     Memanfaatkan waktu
Biasanya waktu luang saya gunakan untuk nulis, baca buku, dan kepoin akun IG dekor rumah. Nah, sekarang ada tambahan lagi yaitu kepoin akun IG masak dan youtube tutorial masak. Dan, yang pasti praktekin resep yang sudah disimpan, yang penting lagi buang rasa malas jauh-jauh.
Untuk alasan membuat rapi rumah, karena saya dah bosan aja gitu lihat rumah berantakan, apalagi menghadapi nyinyiran orang yang selalu komen kalo rumah saya berantakan, kesannya saya nggak pernah beres-beres di rumah, bikin bete kan?. Selain itu saya jatuh cinta pada buku Neng Marie Kondo, dengan metode konmarinya. Kesannya takjub banget, ada orang yang serapi itu menata semua sudut rumah, aih kalo neng Marie bisa masa saya, nggak?

Eh, tapi selain alasan diatas ternyata membuat rumah rapi dan bersih itu ada banyak manfaatnya, loh!, berikut 3 manfaatnya! 

1.     Gampang nyari barang
Bukan rahasia umum lagi, apalagi saya sebagai ibu dari 3 anak, ditambah bekerja, kadang gampang banget yang namanya lupa. Lupa nyimpen sisir lah, gunting kuku, kaos kaki hanya ada sebelah dan barang-barang kecil lainnya.  Jadi, kalo tertata rapi, dan membiasakan menyimpan ditempatnya, pastinya gampang saat nyari barang.

2.     Menghemat waktu
Kadang ya, saya suka malas-malasan saat mau membereskan rumah, dan membereskan rumah itu tidak hanya cukup dengan niat saja, tapi harus ada bukti nyata. Dengan rumah yang selalu rapi, itu ternyata bisa bikin waktu kita lebih hemat, nggak lama lagi nyari barang, nggak perlu waktu lama untuk beres-beres dan membuat kita bisa rileks lebih cepat.

3.     Menjaga fikiran tetap fresh
Sering loh, saya merasa fikiran kok makin ruwet ya lihat rumah yang sering berantakan, dikerjakan juga jadi makin males karena sudah banyak tumpukan. Padahal, rumah rapi itu juga membuat fikiran bisa tetap fresh loh!

Nah, untuk mewujudkan resolusi itu, maka saya akan sharing di blog ini, ya, step by step. So, jangan sampai terlewat setiap prosesnya (kayak ada yang mau baca aja 😅) and happy weekend ya, dear!











08.40

Semua anak Adalah Bintang Day 3

by , in

Setelah kedua kakaknya yang keduanya laki-laki,  nah anak yang ketiga adalah perempuan. Ternyata mempunyai anak perempuan ini banyak berbeda dengan kedua kakaknya dari mulai pola asuh saya yang mulai mengenal dunia parenthing dan serius mendalaminya dan juga kedekatan kami yang lebih dekat.

Dari usia dua tahun Sahla sudah terlihat dari keberaniannya, dia tidak takut ketinggian karena sudah berani naik turun perosotan sampai pernah terjatuh tapi tidak pernah ada istilah kapok. Padahal, tanpa didampingi karena saya juga mengajaknya ke sekolah sambil bekerja. Namun, Alhamdulillah Allah melindunginya.

Dan, keberanian itu kembali terlihat di usianya yang belum genap 5 tahun ini, Sahla sudah berani naik roller coster, padahal tingginya saja kurang 5 cm. Tapi, entah kenapa diizinkan mungkin karena anaknya pas ditanya usianya berapa dia jawab 5 tahun, dan untungnya ada bapaknya yang mendampingi.

Sempat merasa khawatir gimana kalau diatas tiba-tiba nangis, dan sampai selesai dia tidak menangis terlihat gembira. Saya rasa sahla meskipun perempuan tapi tertarik dengan sesuatu yang menantang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
07.36

Semua Anak Adalah Bintang Day 2

by , in


Sedikit berbeda dengan kakaknya yang tidak terlalu tertarik dengan binatang, Aslam anak keduaku adalah anak yang sangat senang dengan sesuatu tentang binatang.


Teringat saat usianya menginjak dua tahun, kala itu saya hamil lagi anak ketiga dan kebetulan Aslam belum lancar bicara. Tapi, meskipun begitu dalam usia dua tahun ini dia sudah menunjukan sifat penyayangnya kepada binatang. 


Kebetualan ayahnya memelihara beberapa ekor ayam, dan saat ayahnya bekerja Aslamlah yang sering menemani kakeknya untuk memberi makan ayam. Pun begitu saat ini ketika ayahnya kembali memelihara burung, saat ayahnya harus bekerja 24 jam, Aslamlah yang memberi makan burung.


Selain itu, Aslam senang membeli mainan yang berbentuk binatang dan bisa anteng lama kalau sudah main dengan mianannya. Buku-buku yang dipilih pun bertema binatang, sehingga saya melihat bahwa anak kedua ini sangat menyukai hal-hal yang berkenaan dengan dunia binatang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga