Berbagi kisah untuk menginspirasi

07.04

Bulan Desember Waktunya Membuat Resolusi Ala Ibu

by , in


Sumber: pexels


Tak terasa sudah bulan Desember lagi, biasanya ngapain aja sih, di bulan Desember ini? Kalau ditanya apa sih, yang saya lakukan di bulan desember? Salah satu jawabannya ya bikin resolusi. 

Memanfaatkan liburan kali ini, dan mulai berlatih untuk resolusi di awal tahun depan, yaitu jadi manager dapur yang baik, serta koki handal bagi keluarga, dan bisa membuat rumah selalu rapi dan bersih.

Banyak alasan kenapa memasak dan membereskan rumah menjadi salah satu resolusi saya di tahun 2018,  berikut alasan saya ingin menjadi koki handal bagi keluarga, yaitu:

Sumber: pexels
1.    Lebih yakin terhadap penggunaan bahan dan kebersihannya.
Kengerian saya terhadap bahan dasar, kebersihan dan kehalalan makanan di luar, meskipun hanya beberapa yang diragukan, saya percaya masih banyak pedagang yang jujur dan amanah. Untuk itu saya putuskan untuk belajar masak, dengan belajar dari youtube, blog masak ataupun buku-buku resep lainnya.

2.     Lebih irit
Maklum ya, Emak-Emak selalu ingin hemat, tapi irit bukan berarti pelit ya 😀. Dulu saya sering beli ayam serundeng yang harga satu potong ayamnya Rp. 7.000, kalo dihitung-hitung dengan jumlah anggota keluarga yang berjumlah 5 orang total semua  Rp.35.000, itu bisa beli ayam 1 kg yang berarti sekitar 12-16 potong ayam. Wow, kan harganya? apalagi Itu sekali makan.
Jadi, supaya lebih hemat saya putuskan untuk lebih banyak bereksperimen di dapur, soal rasa itu nomor dua yang penting berusaha.

3.    Punya rasa bangga tersendiri
Bahagia nggak sih, Mak? Saat suami dan anak-anak makan makanan yang kita buat, apalagi dengan lahap. Terus mereka bilang, “mamaku pintar masak”, “ ini buatan mamaku”. Ah saya pasti terhura eh terharu. Meskipun terbayang repotnya, ya demi suami dan anak-anak apa sih yang nggak, asalkan mereka bahagia.

4.     Memanfaatkan waktu
Biasanya waktu luang saya gunakan untuk nulis, baca buku, dan kepoin akun IG dekor rumah. Nah, sekarang ada tambahan lagi yaitu kepoin akun IG masak dan youtube tutorial masak. Dan, yang pasti praktekin resep yang sudah disimpan, yang penting lagi buang rasa malas jauh-jauh.
Untuk alasan membuat rapi rumah, karena saya dah bosan aja gitu lihat rumah berantakan, apalagi menghadapi nyinyiran orang yang selalu komen kalo rumah saya berantakan, kesannya saya nggak pernah beres-beres di rumah, bikin bete kan?. Selain itu saya jatuh cinta pada buku Neng Marie Kondo, dengan metode konmarinya. Kesannya takjub banget, ada orang yang serapi itu menata semua sudut rumah, aih kalo neng Marie bisa masa saya, nggak?

Eh, tapi selain alasan diatas ternyata membuat rumah rapi dan bersih itu ada banyak manfaatnya, loh!, berikut 3 manfaatnya! 

1.     Gampang nyari barang
Bukan rahasia umum lagi, apalagi saya sebagai ibu dari 3 anak, ditambah bekerja, kadang gampang banget yang namanya lupa. Lupa nyimpen sisir lah, gunting kuku, kaos kaki hanya ada sebelah dan barang-barang kecil lainnya.  Jadi, kalo tertata rapi, dan membiasakan menyimpan ditempatnya, pastinya gampang saat nyari barang.

2.     Menghemat waktu
Kadang ya, saya suka malas-malasan saat mau membereskan rumah, dan membereskan rumah itu tidak hanya cukup dengan niat saja, tapi harus ada bukti nyata. Dengan rumah yang selalu rapi, itu ternyata bisa bikin waktu kita lebih hemat, nggak lama lagi nyari barang, nggak perlu waktu lama untuk beres-beres dan membuat kita bisa rileks lebih cepat.

3.     Menjaga fikiran tetap fresh
Sering loh, saya merasa fikiran kok makin ruwet ya lihat rumah yang sering berantakan, dikerjakan juga jadi makin males karena sudah banyak tumpukan. Padahal, rumah rapi itu juga membuat fikiran bisa tetap fresh loh!

Nah, untuk mewujudkan resolusi itu, maka saya akan sharing di blog ini, ya, step by step. So, jangan sampai terlewat setiap prosesnya (kayak ada yang mau baca aja 😅) and happy weekend ya, dear!











08.40

Semua anak Adalah Bintang Day 3

by , in

Setelah kedua kakaknya yang keduanya laki-laki,  nah anak yang ketiga adalah perempuan. Ternyata mempunyai anak perempuan ini banyak berbeda dengan kedua kakaknya dari mulai pola asuh saya yang mulai mengenal dunia parenthing dan serius mendalaminya dan juga kedekatan kami yang lebih dekat.

Dari usia dua tahun Sahla sudah terlihat dari keberaniannya, dia tidak takut ketinggian karena sudah berani naik turun perosotan sampai pernah terjatuh tapi tidak pernah ada istilah kapok. Padahal, tanpa didampingi karena saya juga mengajaknya ke sekolah sambil bekerja. Namun, Alhamdulillah Allah melindunginya.

Dan, keberanian itu kembali terlihat di usianya yang belum genap 5 tahun ini, Sahla sudah berani naik roller coster, padahal tingginya saja kurang 5 cm. Tapi, entah kenapa diizinkan mungkin karena anaknya pas ditanya usianya berapa dia jawab 5 tahun, dan untungnya ada bapaknya yang mendampingi.

Sempat merasa khawatir gimana kalau diatas tiba-tiba nangis, dan sampai selesai dia tidak menangis terlihat gembira. Saya rasa sahla meskipun perempuan tapi tertarik dengan sesuatu yang menantang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
07.36

Semua Anak Adalah Bintang Day 2

by , in


Sedikit berbeda dengan kakaknya yang tidak terlalu tertarik dengan binatang, Aslam anak keduaku adalah anak yang sangat senang dengan sesuatu tentang binatang.


Teringat saat usianya menginjak dua tahun, kala itu saya hamil lagi anak ketiga dan kebetulan Aslam belum lancar bicara. Tapi, meskipun begitu dalam usia dua tahun ini dia sudah menunjukan sifat penyayangnya kepada binatang. 


Kebetualan ayahnya memelihara beberapa ekor ayam, dan saat ayahnya bekerja Aslamlah yang sering menemani kakeknya untuk memberi makan ayam. Pun begitu saat ini ketika ayahnya kembali memelihara burung, saat ayahnya harus bekerja 24 jam, Aslamlah yang memberi makan burung.


Selain itu, Aslam senang membeli mainan yang berbentuk binatang dan bisa anteng lama kalau sudah main dengan mianannya. Buku-buku yang dipilih pun bertema binatang, sehingga saya melihat bahwa anak kedua ini sangat menyukai hal-hal yang berkenaan dengan dunia binatang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
08.33

Tantangan Hari Kesatu Setiap Anak Adalah Bintang

by , in


Setelah Empat kali saya tidak setor tugas untuk kelas Bunda sayang, maka ditugas ketujuh ini saya harus bisa setor. Mau lulus atau tidaknya itu urusan nanti, tapi sepertinya saya harus mengulang saja, namun untuk memutuskan mundur sekarang tentu saja tidak karena saya akan terus berusaha sampai akhir.

Kembali ke tugas kali ini yaitu setiap anak adalah bintang, ya, bintang untuk kedua orang tuanya. Tidak diukur dari segi prestasi sekolah saja tapi juga suatu kegiatan yang membuat anak berbinar  dan pancaran matanya memperlihatkan api semangatnya.

Begitu pun saat Syafiq yang kala itu usia 8 tahun baru menginjak kelas dua SD, ingin mengikuti ekskul pencak silat dan futsal. Saya memberikan izin dan tidak pernah melarang selama kegiatan itu positif.

Dua bulan berlalu, dan akhirnya Syafiq memutuskan berhenti dari ekskul pencak silat karena membuat dirinya tidak nyaman. Saya iyakan, padahal waktu itu baru beli seragamnya, tapi ya sudahlah kalau memnag anak tidak nyaman masa mau dipaksa.

Sekarang berarti tinggal futsal yang tersisa, berbeda dengan pencak silat, saat mengikuti futsal ini Syafiq tidak mengeluhkan cape padahal pulang sekolah langsung futsal. Selalu banyak cerita yang disampaikannya.

Meskipun hujan ataupun panas karena futsal ini adalah hobinya, dia tetap jalani. Meskipun belum ada prestasi apapun tapi tetap Syafiq adalah bintang dihati kami.





#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
08.59

Hari ke 1 family Project

by , in


Tantangan 10 hari kali ini yaitu tentang membuat family project. Terus terang saya jarang sekali membuat proyek bersama keluarga, karena biasanya semua dilakukan secara spontan tanpa rencana dan dilakukan bersama-sama.
Nah, karena ini tugas harus segera dilaksanakan akhirnya saya pun membuat rapat kecil bersama anak-anak. Ayahnya tidak terlibat karena kerja dalam sistem shift jadi tidak bisa full mendampingi, hanya sebagai tempat kami melaporkan hasil proyek yang dilakukan.
Di hari pertama saya dan anak-anak merencanakan dulu proyek apa yang kan dilakukan, dan rencananya adalah:
1.      Membereskan kamar tidur dengan pembagian tugas
-          Syafiq        : ketua dan membereskan meja belajar
-          Aslam        : membereskan tempat tidur
-          Sahla         : melap debu yang ada
-          Saya           : sapu dan pel
2.      Membereskan pakaian
-          Aslam        : Ketua
-          Syafiq        ; mengosongkan lemari
-          Sahla         : membantu melipat
-          Saya           : merubah posisi lemari
Di hari pertama ini baru ada dua rencana yang akan dilakukan. Mudah-mudahan terlaksana.
Semangat!

#KelasBunsay
#Familyproject