Berbagi kisah untuk menginspirasi

07.00

Tantangan Komunikasi Produktif Hari Ke 3

by , in


Memperbaiki Komunikasi Pada Anak


Sudah dua kali kejadian, Sahla ( 4 tahun ), mencari perhatian didepan umum dengan menangis dan memukul.
Kejadian pertama saat rapat Kerja, waktu itu saya maklumi mungkin dia merasa bosan, sampai karena takut mengganggu suasana rapat, akhirnya saya izin pulang duluan.
Sepanjang jalan menangis terus, sampai teriak-teriak. Kebetulan saya jalan kaki dan jarak tempuhnya sekitar 15 menit. Waktu itu yang saya rasakan harus menahan pandangan orang yang menganggap saya sebagai ibunya tega. Membiarkan anak menangis sepanjang jalan tanpa menggendongnya. Padahal Sahla sudah beberapa kali teriak minta gendong karena cape.
Kali ini sepanjang jalan nangis ingin es krim, namun saya sudah membuat kesepakatan diawal kalau ingin membeli es krim tidak boleh mengganggu acara rapat. Dan, kenyataannya tidak.
Baiklah, kali ini saya akan tega tidak sesuai kesepakatan maka tidak ada es krim. Meskipun nangisnya meraung-raung bahkan terhitung lama. Saya biarkan dia mengeluarkan dulu emosinya.
30 menit berlalu, mulai merasa tenang karena saya biarkan. Akhirnya saya berkomunikasi
Saya     : “Sahla kenapa tadi nangis, nuju sedih sahla teh?”
Sahla   : “Da, aku mau es krim. Mamahna baong nggak beli es krim.”
Saya     : “Mamah teu baong neng. Kan, atos perjanjian boleh beli es krim kalau tidak mengganggu.”
Sahla   : “Ah, pokokna mah mamah baong.”
Saya     : “ Ya, wios atuh engke mah ulang ngiring deuinya, upami mamah rapat.”
Sahla   : “Ngga mau, mau ikut”
Saya     : “Boleh, tapi ingat yah aturannya sebelum pergi harus bagaimana.”
Sahla   : “Iya”
Dan, saya peluk lalu kecup keningnya. Anak Solehah.
Untuk membuktikan komunikasi ini berhasil atau tidak. Harus dilihat hari selanjutnya.
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip




07.12

Tantangan Komunikasi Produktif Hari Ke 2

by , in

Komunikasi Produktif Pada Diri Sendiri Part 2

Setelah hari pertama fokus pada solusi bukan masalah, maka di hari ke dua ini saya akan merubah kata tidak bisa menjadi bisa.
Selama ini secara tidak sadar ada mindset di bawah alam sadar bahwa saya tidak pandai merapikan rumah. Karena yang dirasakan selama apapun saya membereskan rumah selalu merasa kurang puas.
Dan, komunikasi produktif yang saya lakukan pada diri sendiri adalah:
1.     Fokus pada solusi
Untuk solusinya saya membaca kembali metode konmari, mulai menlist barang apa saja yang harus saya rapikan terlebih dahulu dan tidak banyak membeli barang yang tidak penting.
Menyediakan waktu minimal 1 jam perhari untuk beres-beres rumah, dan meletakkan barang pada tempatnya setelah dipakai.
2.     Merubah kata tidak bisa dengan saya bisa
Mensetting pikiran dengan kata-kata positif, bahwa saya bisa loh membereskan barang. Sediakan waktu khusus dan terus mensugesti untuk tidak malas membereskan rumah.
Setelah, komunikasi produktif ini berhasil saya lakukan, maka selanjutnya PR besar saya adalah melakukannya kepada suami, anak dan lingkungan.

#hari2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip


07.55

Tantangan Komunikasi Produktif Hari Ke 1 Memperbaiki Komunikasi Pada Diri Sendiri

by , in


Hari ini saya baru bisa setor tugas tantangan 10 hari komunikasi produktif di kelas Bunda Sayang.
Mmmh.. sebenarnya apa ya yang masalah dalam komunikasi saya sehari-hari baik itu dengan pasangan, anak maupun dengan lingkungan.
Setelah, saya menelusuri ternyata komunikasi produktif yang harus pertama saya lakukan adalah merubah komunikasi dengan diri sendiri dahulu, baru saya merubah komunikasi dengan yang lain.
Apa saja yang ingin saya rubah? Yang pertama hari ini adalah mulai belajar fokus pada solusi bukan masalah.
Ya, kenapa harus belajar fokus pada solusi bukan masalah?
Saya menyadari saat saya mulai marah karena anak-anak tidak mengikuti aturan rumah ataupun membuang sampah sembarangan, ternyata itu tidak efektif.
Seperti hari ini saat anak susah untuk mandi sore, saya kadang suka merasa jengkel. Tapi, saya rubah mencari solusinya. Akhirnya saya mulai menentukan jam mandi sore. Dan, membuat aturan pada anak-anak kalian boleh main tapi ingat mandi sore tetap sebelum pergi ngaji.
Ternyata, dengan memperbaiki dahulu komunikasi produktif pada diri sendiri, kita bisa lebih banyak menahan tidak ngomel seharian. Dan, lebih mencari solusinya serta tidak mengungkit terus masalahnya.
Mulai dari hari ini, komitmen merubah komunikasi produktif akan saya lakukan setahap demi setahap.

#hari1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip