Berbagi kisah untuk menginspirasi

Tantangan Komunikasi Produktif Hari Ke 3



Memperbaiki Komunikasi Pada Anak


Sudah dua kali kejadian, Sahla ( 4 tahun ), mencari perhatian didepan umum dengan menangis dan memukul.
Kejadian pertama saat rapat Kerja, waktu itu saya maklumi mungkin dia merasa bosan, sampai karena takut mengganggu suasana rapat, akhirnya saya izin pulang duluan.
Sepanjang jalan menangis terus, sampai teriak-teriak. Kebetulan saya jalan kaki dan jarak tempuhnya sekitar 15 menit. Waktu itu yang saya rasakan harus menahan pandangan orang yang menganggap saya sebagai ibunya tega. Membiarkan anak menangis sepanjang jalan tanpa menggendongnya. Padahal Sahla sudah beberapa kali teriak minta gendong karena cape.
Kali ini sepanjang jalan nangis ingin es krim, namun saya sudah membuat kesepakatan diawal kalau ingin membeli es krim tidak boleh mengganggu acara rapat. Dan, kenyataannya tidak.
Baiklah, kali ini saya akan tega tidak sesuai kesepakatan maka tidak ada es krim. Meskipun nangisnya meraung-raung bahkan terhitung lama. Saya biarkan dia mengeluarkan dulu emosinya.
30 menit berlalu, mulai merasa tenang karena saya biarkan. Akhirnya saya berkomunikasi
Saya     : “Sahla kenapa tadi nangis, nuju sedih sahla teh?”
Sahla   : “Da, aku mau es krim. Mamahna baong nggak beli es krim.”
Saya     : “Mamah teu baong neng. Kan, atos perjanjian boleh beli es krim kalau tidak mengganggu.”
Sahla   : “Ah, pokokna mah mamah baong.”
Saya     : “ Ya, wios atuh engke mah ulang ngiring deuinya, upami mamah rapat.”
Sahla   : “Ngga mau, mau ikut”
Saya     : “Boleh, tapi ingat yah aturannya sebelum pergi harus bagaimana.”
Sahla   : “Iya”
Dan, saya peluk lalu kecup keningnya. Anak Solehah.
Untuk membuktikan komunikasi ini berhasil atau tidak. Harus dilihat hari selanjutnya.
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip




Tidak ada komentar:

Posting Komentar