Di
hari keenam ini saya mencoba memperbaiki komunikasi dengan anak yang nomer 2,
Aslam (6 tahun 7 bulan). Anak saya yang kedua ini cukup pendiam, dan saya juga
merasa tidak cukup memantau perkembangannya, mungkin karena diusia 27 bulan
sudah punya adik.
Komunikasi
yang saya perbaiki adalah ketika dia jatuh. Biasanya saya hanya mengucapkan
sudah bangun anak kuat, hebat nggak boleh nangis.
Tanpa saya pedulikan perasaan dia sedihkah, atau dilihat ada luka yang parah
atau tidak.
Waktu
itu saya berpikir, nanti juga kalau ada yang sakit pasti bilang. Setelah dipikir-pikir
ibu macam apa saya ini, begitu teganya tanpa memperdulikan perasaan anak.
Nah,
kejadian kemarin. Aslam jatuh didorong temannya, saya hampiri lalu bilang “ada
yang sakit?”, ‘’Aslam sedih nggak?”. Tapi, mungkin karena sudah “terbiasa” saya
tanamkan dalam pikirannya anak kuat, anak hebat. Aslam hanya menangis sebentar
lalu bangkit dan bilang tidak ada yang sakit.
Saya
sadar kurang melihat kedalam perasaannya. Saat dia jatuh ataupun saat
bertengkar dengan kakak dan saudaranya.
Mudah-mudahan
dengan merubah pola komunikasi. Saya bisa lebih melihat kedalam hatinya dan
lebih merangkulnya erat.
#Hari
ke7
#tantangan
10 hari
#Komunikasi
produktif
#KuliahbunsayIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar